Sabtu, 16 Juni 2012

Rumah Sakit Pindad

Rumah Sakit Umum Pindad adalah rumah sakit swasta yang berada di bawah naungan PT. Cakra Mandiri Pratama Indonesia dengan izin tetap penyelenggaraan Rumah Sakit Umum Pindad berdasarkan Keputusan Walikota Bandung Nomor : 445/789-Huk tahun 2007.
RSU Pindad terbuka untuk umum dan dikelola secara profesional dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Terletak di daerah Kiaracondong Bandung yang padat penduduk, lokasi RS sejuk nyaman dikelilingi pepohonan yang asri.

RS Pindad 
Jl. Gatot Subroto No 517
Telp. (022) 7321964

Rumah Sakit Kebonjati

Rumah Sakit Kebonjati didirikan oleh perkumpulan masyarakat Tionghoa pada sekitar tahun 1943 dengan nama Chung Hua Ie Yuen yang berarti Rumah Sakit Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Chung Hua Chung Hui dengan gedung dan fasilitas yang sederhana diawali dengan pembukaan poliklinik.Dengan dibukanya poliklinik yang sederhana tersebut membangkitkan semangat para pengurus yayasan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
Dari waktu ke waktu Rumah Sakit Kebonjati terus berkembang dan semakin dikenal luas. Sambutan masyarakat semakin meningkat hal ini dapat dilihat dari datayang berkunjung ke Rumah Sakit Kebonjati banyak yang datang dari luar wilayah kota Bandung .
Dalam segi fisik dari waktu ke waktu Rumah Sakit Kebonjati mengalami perubahan Tahun 1948 menambah fasilitas diunit rawat jalan dan rawat inap . Tahun 1968 pembangunan dilanjutkan sehingga gedung menjadi tiga lantai . Peresmian gedung pada saat itu dilakukan oleh Menteri Kesehatan Dr. Siwabessy pada tahun 1972.Tahun 1999- 2000 dibangun Ruang Perawtan VIP dan Kelas Utama serta perbaikan tampak depan rumah sakit.
Keberadaan Rumah Sakit Kebonjati tetap eksis dalam keadaan apapun . Tahun 2001 telah terakreditasi Dasar , tahun 2008 telah terakreditasi lanjutan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 

RS Kebonjati 
Jl. Kebonjati No 152, Bandung
Telp. (022) 6014058
 

Rumah Sakit Jiwa Bandung


Sebelum perang dunia ke ll, tempat perawatan dan pengobatan pasien gangguan jiwa di Kota Bandung hanya ada satu yaitu Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin, yang dulu terkenal dengan sebutan Rumah Sakit Ranca Badak. Rumah Sakit tersebut bukan Rumah Sakit Khusus untuk pelayanan gangguan jiwa, tetapi merupakan Rumah Sakit Umum yang terdapat bagian Neuro-Psychiatrisch Klinick, yang lebih lajim disebut oleh pegawai-pegawai dengan nama Blok Zaal Rumah Sakit Ranca Badak. Bagian inilah yang melayani perawatan dan pengobatan pasien penderita gangguan jiwa.

Pada periode tahun 1946-1947, didirikan tempat perawatan di sebuah rumah yang ditinggalkan penghuninya di Riouw Straat No. 11 ( Sekarang Jl. L. L. R. E. Martadinata No. 11), dengan tujuan untuk menerima pasien yang tidak dapat ditampung di Blok Zaal di Rumah Sakit Ranca Badak (Sekarang Rumah Sakit Hasan Sadikin ).Pada mulanya tempat ini diberi nama seperti pada bagian di Rumah Sakit Hasan Sadikin, yaitu Neuro-Psychiatrisch Klinick dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 35 tempat tidur dan dipimpin oleh seorang Psikiatrik berkebangsaan Belanda, Dr. GJ. Crans, dengan perkembangannya, jumlah kapasitas tempat tidur tidak mencukupi lagi, sehingga dilakukan penambahan 20 tempat tidur bertempat di Jl. Aceh No. 61 Bandung (sifatnya sementara). Karena tuntutan masyarakat, dari tahun ketahun jumlah kapasitas tempat tidur terus bertambah, sehingga tahun 1998 menjadi 100 tempat tidur, demikian pula dengan nama Rumah Sakit. Dari tahun 1950, nama Rumah Sakit tersebut diubah menjadi Rumah Perawatan Jiwa.

RS Jiwa Bandung
Jl.L.L.R.E Martadinata no.11 Bandung
Telp.(022) 2700260

Rumah Sakit Immanuel

  • 1900
    Tn. Alkema mengubah tempat kereta kudanya di Jalan Pasirkaliki menjadi tempat pengobatan.
     
  • 1910
    Pendeta Alkema diganti oleh Pendeta Yohanes Iken yang berupaya mendirikan Zending Hospital Immanuel di Jalan Kebonjati.
     
  • 1922
    Immanuel pindah ke Situsaeur untuk pengembangan lebih lanjut.
     
  • 1949
    1 Juli 1949 kepemilikan diserahkan kepada Gereja Kristen Pasundan dan beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan (BRS-GKP).
     
  • 1965 - sekarang
    R.S. Immanuel dipergunakan oleh Universitas Kristen Maranatha sebagai Rumah Sakit Pendidikan hingga sekarang.
RS Immanuel 
Jl. Kopo No 161, Bandung
Telp. (022) 5201656

Rumah Sakit Dustira

Rumah sakit Dustira terletak di Jalan Ahmad Yani Cimahi, termasuk dalam wilayah Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Utara. Secara geografis berada pada Latitude -6.885506 dan Longitude 107.534909, dengan ketinggian  758 m di atas permukaan laut.  Rumah sakit Dustira dapat dijangkau dengan mudah menggunakan roda 2 ataupun roda 4, baik kendaraan pribadi maun umum. Untuk menuju ke lokasi dari Kota Bandung dapat dicapai dengan kendaraan umum (angkot Stasiun Hall – Cimahi ) ± 20 km ke arah barat.
Rumah Sakit Dustira dibangun pada tahun 1887 sebagai rumah sakit Militer (Militare Hospital) pada masa penjajahan Hindia-Belanda, dengan tanah seluas 14 hektar, untuk keperluan militer Hindia Belanda yang bertugas di daerah Cimahi dan sekitarnya. Hal dapat dimaklumi di daerah Cimahi didirikan fasiltas militer Pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk memperkuat pertahanan militernya di daerah Bandung, Cimahi dan sekitarnya. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), rumah sakit ini dipergunakan sebagai tempat perawatan tawanan tentara Belanda dan perawatan tentara Jepang. Pada tahun 1945-1947 dikuasai kembali oleh NICA.

RS Dustira
 Jl. Ahmad Yani 1, Cimahi
Telp. (022) 6652156

Rumah Sakit Santo Borromeus

Rumah Sakit Borromeus dirintis dengan kedatangan enam biarawati dan Tarekat Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus membawa perubahan yang positif di kota Bandung; Sr. Crispine CB., Sr. Judith CB., Sr. Gaudentia CB., Sr. Ludopha CB., Sr. Ambrosine CB., dan Sr. Lioba CB. Karena mereka mempunyai dedikasi tinggi terhadap bidang perawatan kesehatan, maka dipilihlah sebuah rumah bekas poliklinik milik dr. Merz di jalan Dago, yang ditinggalkan hampir tanpa perabot. Rumah Sakit Santo Borromeus berawal dari rumah ini, di bawah sebuah yayasan yang diketuai oleh dr. Groot. pada tanggal 18 September 1921
Tahun 2001, RS. Santo Borromeus memperoleh sertifikat ISO 9001: 2000. Kemudian pada tahun 2005, pembangunan Gedung Carolus selesai dengan 7 Iantai dan 3 basement untuk parkir. Saat irii, RS. Santo Borromeus mampu menyediakan sampai 407 tempat tidur dengan dilengkapi peralatan medis yang mutakhir.
Tahun 2006 RS Santo Borromeus menyediakan pelayanan rawat jalan untuk anak-anak "Borromeus Children Medical Center (BCMC) " dan secara komprehensif disediakan pelayanan anak untuk rawat inap. Sehubungan dengan hal tersebut, telah dibuka gedung Irene pada tahun 2007 sehingga RS Santo Borromeus menyediakan 437 tempat tidur dengan dilengkapi peralatan medis yang muktahir.

RS Santo Borromeus 
Jl. Ir. H. Juanda No 100, Bandung
Telp.(022)  2552000

Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Pasteur

Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Group berawal dari RSIA Hermina Jatinegara yang terletak di Jalan Raya Jatinegara Barat no. 126 Jakarta Timur. Didirikan pada tahun 1967 yang pada mulanya bernama Rumah Bersalin Djatinegara dengan kapasitas 7 tempat tidur, RB Jatinegara didirikan atas prakarsa dari Ibu Hermina Sulaiman. Pada tahun 1970 bekerjasama dengan Dr. Budiono Wibowo, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengembangkan fasilitas pelayanan menjadi 13 tempat tidur dan mengganti nama RB Djatinegara menjadi RB Hermina.
Atas dasar keinginan untuk mengembangkan RB ini, maka pada tahun 1983 dibentuk Yayasan Hermina. Yayasan Hermina ini kemudian mengajukan ijin untuk mendirikan Rumah Bersalin Hermina pada tanggal 25 April 1985 diresmikan berdirinya RSB Hermina.
Penambahan lahan dan bangunan Rumah Sakit dilaksanakan mulai tahun 1991, sehingga RSB Hermina dapat dikembangkan menjadi RSIA Hermina.

RS Ibu dan Anak Hermina Pasteur 
Jl. Dr Djundjunan No 107, Bandung
Telp. (022) 6072525